Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Eksplor Bekasi » Sejarah » Kartosoewirjo: Peran Intelektual Muda dan Kontribusinya sebagai Pelopor Sumpah Pemuda 1928

Kartosoewirjo: Peran Intelektual Muda dan Kontribusinya sebagai Pelopor Sumpah Pemuda 1928

  • account_circle aryarahmanlathif
  • calendar_month Rabu, 28 Okt 2026
  • visibility 349
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DIBEKASI.ID – Kartosoewirjo: Peran Intelektual Muda dan Kontribusinya sebagai Pelopor Sumpah Pemuda 1928 | Peringatan Hari Sumpah Pemuda yang jatuh setiap tanggal 28 Oktober selalu menjadi momentum penting bagi bangsa Indonesia untuk merenungkan kembali perjalanan panjang persatuan nasional. Di balik megahnya ikrar kebangsaan yang menyatukan tekad satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa Indonesia, terdapat jejak-jejak sejarah pergerakan kaum muda yang kaya dan beragam. Salah satu figur historis yang memegang peran penting pada masa-masa awal kebangkitan nasional namun seringkali luput dari sorotan arus utama adalah Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo—atau yang lebih dikenal sebagai S.M. Kartosoewirjo.
Dalam lembaran sejarah pergerakan kemerdekaan, rekam jejak masa muda Kartosoewirjo mencatat kontribusi nyata sebagai salah satu dari 13 tokoh pelopor dan pencetus lahirnya Sumpah Pemuda pada tahun 1928. Memahami sejarah hidupnya pada fase tersebut menuntut objektivitas intelektual, melihat bagaimana dinamika pemikiran, idealisme, serta pergulatan politik kaum terpelajar bumiputera dibentuk pada era kolonial Hindia Belanda.

Konten DIBEKASIID

Akar Intelektual dan Masa Muda: Dari Bojonegoro hingga Batavia

Lahir dan dibesarkan pada era kolonial, Kartosoewirjo menempa kecerdasannya melalui sistem pendidikan yang ketat pada masanya. Pada usia delapan tahun, ia mengawali pendidikan formal di Inlandsche School der Tweede Klasse (ISTK), sebuah sekolah dasar kelas dua yang diperuntukkan bagi kalangan bumiputera. Keunggulan intelektual yang dimilikinya membuka jalan baginya untuk melanjutkan pendidikan ke Europeesche Lagere School (ELS) di Bojonegoro, sebuah institusi pendidikan bergengsi khusus anak-anak Eropa dan segelintir pribumi pilihan yang memiliki kapasitas akademik luar biasa.
Di Bojonegoro, cakrawala berpikir Kartosoewirjo mulai terbuka lebar ketika ia bertemu dan dibimbing oleh guru rohaninya, Notodiharjo. Sebagai tokoh Islam modern yang sealur dengan pemikiran Muhammadiyah, Notodiharjo menanamkan fondasi pemikiran Islam modern yang rasional dan progresif ke dalam alam pikiran muda Kartosoewirjo. Pengaruh ini membentuk karakter keagamaan yang kuat, yang kelak menjadi kompas utama dalam perjalanan intelektualnya.
Selepas merampungkan studinya di ELS pada tahun 1923, Kartosoewirjo sempat melanjutkan pendidikan tinggi kedokteran di Nederlandsche Indische Artsen School (NIAS) di Surabaya. Namun, keterlibatannya yang semakin intensif dalam kancah pergerakan politik anti-kolonial membuat posisinya di NIAS terancam hingga akhirnya ia meninggalkan institusi tersebut pada tahun 1927.

Di Bawah Asuhan Sang Mentor: Berguru kepada H.O.S. Tjokroaminoto

Titik balik penting dalam fase pergerakan muda Kartosoewirjo terjadi ketika ia hijrah dan tinggal di kediaman tokoh sentral pergerakan nasional, H.O.S. Tjokroaminoto, di Surabaya. Rumah sang pemimpin Sarekat Islam tersebut berfungsi sebagai kawah candradimuka bagi para pemuda revolusioner masa itu.
Di rumah Tjokroaminoto, Kartosoewirjo mendapatkan ruang untuk mengasah kemampuan intelektual dan kepemimpinannya. Berkat kecerdasan, ketekunan, dan loyalitasnya, ia dipercaya untuk diangkat sebagai sekretaris pribadi Tjokroaminoto. Sang mentor membimbingnya dalam kancah politik pergerakan, sekaligus memperdalam pemahaman ideologis keislaman dan nasionalisme terhadap kolonialisme.
Karier politik organisasinya melesat ketika ia aktif dalam perhimpunan pemuda Jong Java—bahkan sempat dipercaya memimpin cabang Surabaya—serta terlibat dalam Jong Islamieten Bond (JIB). Melalui hasil Kongres PSII (Partai Sarekat Islam Indonesia) pada Desember 1927, Kartosoewirjo resmi diangkat menjadi Sekretaris Umum PSII, sebuah posisi strategis yang membawanya hijrah ke pusat episentrum pergerakan nasional di Jakarta (Batavia).

Peran Sentral dalam Kongres Pemuda Indonesia Kedua 1928

Kepindahannya ke Batavia menempatkan Kartosoewirjo di garda terdepan dinamika politik pemuda bumiputera. Ketika Kongres Pemuda Indonesia Kedua digagas dan diselenggarakan pada Oktober 1928, Kartosoewirjo hadir sebagai salah satu aktor penting dan tercatat secara historis sebagai salah satu dari 13 tokoh pelopor lahirnya Sumpah Pemuda.
Dalam sejarah perumusan ikrar tersebut, Kongres Pemuda Kedua digerakkan oleh tokoh-tokoh dari berbagai latar belakang suku, agama, dan haluan yang melebur menjadi satu tekad melawan kolonialisme. Bersama tokoh-tokoh besar lainnya, kontribusi para pelopor ini menjadi fondasi kokoh persatuan bangsa:
  • Soegondo Djojopoespito: Memimpin jalannya Kongres Pemuda Indonesia Kedua sebagai ketua dari Perhimpunan Pelajar-pelajar Indonesia (PPPI).Soegondo Djojopoespito 1
  • Moehammad Yamin: Tokoh dari Jong Sumatranen Bond yang merumuskan isi teks Sumpah Pemuda serta mengusulkan Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan.muhammad yamin 200kb
  • Wage Rudolf Soepratman (W.R. Soepratman): Pencipta lagu kebangsaan Indonesia Raya yang pertama kali diperkenalkan dengan gesekan biola dalam kongres tersebut.W.R. Supratman 1
  • Amir Sjarifuddin Harahap: Perwakilan dari Jong Batak yang aktif menyumbangkan pemikiran perumusan serta bertugas sebagai bendahara kongres.Amir Syarifuddin Harahap
  • Sie Kong Liong: Pemuda Tionghoa yang menyediakan rumahnya sebagai tempat pelaksanaan Kongres Pemuda (kini diabadikan sebagai Museum Sumpah Pemuda di Jalan Kramat Raya No. 106, Jakarta Pusat).sie kong liong
  • Sarmidi Mangoensarkoro: Pejuang pendidikan yang menyampaikan pidato penting mengenai pentingnya pendidikan kebangsaan yang demokratis bagi anak-anak bangsa.Sarmidi Mangunsarkoro
  • Soenario Sastrowardoyo: Pengacara pembela aktivis pergerakan yang menyampaikan pidato bertema pergerakan pemuda dan persatuan Indonesia.19ce17cb 6da2 49dd bc36 0d3c26ec0d14
  • Djoko Marsaid: Wakil ketua kongres yang mewakili perkumpulan Jong Java.fc2ebad9 d1ed 4b9a bca2 9fc86850df53
  • Johannes Leimena: Tokoh muda perwakilan dari Jong Ambon.johannes leimena
  • Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo (Kartosoewirjo): Aktivis muda terpelajar lulusan sekolah Eropa yang turut aktif mengawal jalannya pergerakan pemuda di Batavia.Kartosuwirjo
  • Kasman Singodimedjo: Orator ulung dan perintis kepanduan (Pramuka) di Indonesia.
  • Mohammad Roem: Mahasiswa hukum yang aktif dalam gerakan pemuda nasional.
  • Adnan Kapau Gani (A.K. Gani): Tokoh muda asal Palembang dari Jong Sumatranen Bond yang juga berlatar belakang dunia medis.
Kehadiran para tokoh ini membuktikan bahwa Sumpah Pemuda 1928 adalah hasil kolektif dari berbagai elemen pemuda nusantara yang menanggalkan ego golongan demi cita-cita besar kemerdekaan. Peran S.M. Kartosoewirjo dalam barisan para pelopor ini menegaskan sumbangsih intelektualnya pada fase awal pembentukan kesadaran kebangsaan Indonesia.

Hasil Keputusan Kongres Sumpah Pemuda 1928

Sebagai puncak dari rangkaian sidang Kongres Pemuda Indonesia Kedua yang diselenggarakan pada tanggal 27–28 Oktober 1928 di Batavia, para pemuda merumuskan sebuah keputusan monumental yang dikenal sebagai Sumpah Pemuda. Berikut adalah naskah asli keputusan kongres tersebut:
PERTAMA:
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mendjandji tumpah darah jang satoe, tana Indonesia.
KEDUA:
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mendjandji bangsa jang satoe, bangsa Indonesia.
KETIGA:
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mendjandji mendjundjung bahasa persatoean, bahasa Indonesia.
Keputusan bersejarah ini tidak hanya menjadi tonggak utama berdirinya kesadaran nasional yang menyatukan seluruh suku, ras, dan golongan di Nusantara, tetapi juga menjadi fondasi kultural dan politik bagi berdirinya Republik Indonesia.
Sumber rujukan historis dan data penunjang diadaptasi dari catatan artikel refleksi sejarah deJurnal.com.
BACA JUGA:
  • Penulis: aryarahmanlathif

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • info-bekasi-sejarah-12

    Panduan Mengenal Kecamatan-Kecamatan di Bekasi Beserta Keunikan Masing-Masing Wilayah

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • account_circle Arya Rahman Lathif
    • visibility 30
    • 0Komentar

    DIBEKASI.ID – Panduan Mengenal Kecamatan-Kecamatan di Bekasi Beserta Keunikan Masing-Masing Wilayah | Bekasi kini telah bertransformasi dari sekadar wilayah penyangga Jakarta menjadi kawasan megapolitan yang mandiri dan dinamis. Pertumbuhan infrastruktur yang masif, jaringan transportasi yang kian terintegrasi, serta pesatnya pembangunan kawasan industri dan hunian menjadikan wilayah ini magnet bagi para pencari hunian maupun investor. Secara […]

  • info-bekasi-sejarah-5

    Mengenal Budaya Betawi Bekasi: Tradisi, Kesenian, dan Warisan Lokal yang Tetap Bertahan

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • account_circle Arya Rahman Lathif
    • visibility 52
    • 0Komentar

    DIBEKASI.ID – Mengenal Budaya Betawi Bekasi: Tradisi Kesenian dan Warisan Lokal yang Tetap Bertahan | Budaya Betawi Bekasi merupakan bagian penting dari identitas masyarakat di Kota dan Kabupaten Bekasi. Meski wilayah ini berkembang pesat sebagai kawasan industri, perdagangan, dan permukiman modern, berbagai tradisi khas Betawi masih terus hidup di tengah masyarakat. Mulai dari kesenian, bahasa, […]

  • info-bekasi-pemerintah-3

    Wawali Harris Bobihoe: Kota Bekasi Bertransformasi Menjadi Kota Metropolis Modern yang Terkoneksi dan Berdaya Saing

    • calendar_month Jumat, 24 Jul 2026
    • account_circle aryarahmanlathif
    • visibility 40
    • 0Komentar

    BEKASI.ID – Wawali Harris Bobihoe: Kota Bekasi Bertransformasi Menjadi Kota Metropolis Modern yang Terkoneksi dan Berdaya Saing | Kota Bekasi terus menunjukkan perkembangan pesat sebagai salah satu kawasan strategis di wilayah metropolitan Jabodetabek. Dalam beberapa tahun terakhir, berbagai pembangunan infrastruktur, peningkatan layanan publik, hingga penguatan konektivitas transportasi menjadi bukti nyata bahwa Bumi Patriot tidak lagi […]

  • info-bekasi-sejarah-8

    Potensi Ekonomi Bekasi: Dari Kawasan Industri hingga Pusat Bisnis Masa Depan

    • calendar_month Minggu, 19 Apr 2026
    • account_circle Arya Rahman Lathif
    • visibility 61
    • 0Komentar

    DIBEKASI.ID – Potensi Ekonomi Bekasi: Dari Kawasan Industri hingga Pusat Bisnis Masa Depan | Potensi ekonomi Bekasi terus menunjukkan perkembangan yang signifikan dalam beberapa dekade terakhir. Jika dahulu wilayah ini lebih dikenal sebagai kawasan penyangga Jakarta dengan dominasi sektor manufaktur, kini Bekasi telah bertransformasi menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi terpenting di Indonesia. Perpaduan antara […]

  • info-bekasi-sejarah-4

    Kota Patriot Bekasi: Makna, Sejarah, dan Identitas yang Melekat pada Masyarakatnya

    • calendar_month Minggu, 15 Mar 2026
    • account_circle Arya Rahman Lathif
    • visibility 34
    • 0Komentar

    DIBEKASI.ID Kota Patriot Bekasi: Makna, Sejarah, dan Identitas yang Melekat pada Masyarakatnya | Bekasi dikenal sebagai salah satu kota penyangga Jakarta yang berkembang sangat pesat. Di balik citranya sebagai kawasan industri, pusat bisnis, dan hunian modern, kota ini memiliki identitas yang kuat melalui julukan Kota Patriot. Julukan tersebut bukan sekadar slogan atau identitas administratif, melainkan […]

  • info-bekasi-sejawabarat

    30 Juli 2026: Syaykh Abdussalaam Panji Gumilang Genap Berusia 80 Tahun, Menelusuri Jejak Seorang Pendidik dan Pendiri Ma’had Al-Zaytun

    • calendar_month Kamis, 30 Jul 2026
    • account_circle Arya Rahman Lathif
    • visibility 90
    • 0Komentar

    BEKASI.ID – 30 Juli 2026: Syaykh Abdussalaam Panji Gumilang Genap Berusia 80 Tahun, Menelusuri Jejak Seorang Pendidik dan Pendiri Ma’had Al-Zaytun | 30 Juli 2026 menjadi momentum yang istimewa bagi Syaykh Abdussalaam Rasyidi Panji Gumilang. Tepat pada tanggal tersebut, pendiri sekaligus pemimpin Ma’had Al-Zaytun genap berusia 80 tahun, menandai delapan dekade perjalanan hidup yang diwarnai […]

expand_less