Kuliner Khas Bekasi yang Wajib Dicoba: Menjelajahi Cita Rasa Tradisional Kota Patriot
- account_circle Arya Rahman Lathif
- calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
- visibility 17
- comment 0 komentar
- print Cetak

INFO BEKASI
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BEKASI.ID – Kuliner Khas Bekasi yang Wajib Dicoba: Menjelajahi Cita Rasa Tradisional Kota Patriot | Bekasi selama ini lebih dikenal sebagai kota penyangga Jakarta yang berkembang pesat dengan kawasan industri, pusat perbelanjaan, dan permukiman modern. Namun, di balik wajah metropolitan tersebut, Bekasi menyimpan kekayaan kuliner tradisional yang layak mendapat perhatian. Berbagai hidangan khas yang diwariskan secara turun-temurun masih dapat ditemukan di sejumlah wilayah, mulai dari kawasan pesisir hingga pedesaan yang mempertahankan budaya Betawi, Sunda, dan Melayu.
Kuliner khas Bekasi tidak hanya menawarkan cita rasa yang lezat, tetapi juga menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat setempat. Banyak makanan yang lahir dari perpaduan tradisi agraris dan kehidupan masyarakat pesisir, menghasilkan hidangan sederhana dengan rasa yang khas. Jika Anda berkunjung ke Kota maupun Kabupaten Bekasi, mencicipi makanan tradisional menjadi pengalaman yang tidak boleh dilewatkan. Berikut beberapa kuliner khas Bekasi yang wajib dicoba beserta cerita menarik di balik kelezatannya.

Mengenal Keunikan Kuliner Khas Bekasi
Letak geografis Bekasi yang berbatasan langsung dengan Jakarta, Karawang, dan wilayah pesisir utara Jawa Barat membuat daerah ini memiliki ragam budaya kuliner yang unik. Pengaruh budaya Betawi berpadu dengan tradisi Sunda serta hasil laut dari kawasan pesisir menghasilkan aneka makanan yang berbeda dari daerah lain.
Sebagian besar kuliner khas Bekasi menggunakan bahan-bahan lokal seperti beras, ikan air tawar, ikan laut, udang, sayuran, dan rempah-rempah Nusantara. Cara memasaknya pun masih banyak yang mempertahankan metode tradisional sehingga cita rasanya tetap autentik.
Gabus Pucung, Ikon Kuliner Bekasi
Jika berbicara mengenai kuliner khas Bekasi, nama Gabus Pucung hampir selalu berada di urutan pertama.
Hidangan ini menggunakan ikan gabus yang dimasak dalam kuah berwarna hitam pekat. Warna tersebut berasal dari pucung atau kluwek, bahan yang juga digunakan dalam pembuatan rawon. Namun, rasa Gabus Pucung berbeda karena lebih ringan dengan aroma rempah yang khas.
Keistimewaan Gabus Pucung terletak pada perpaduan rasa gurih, sedikit manis, dan aroma khas kluwek yang tidak terlalu tajam. Biasanya makanan ini disajikan bersama nasi hangat, sambal, dan lalapan.
Bagi masyarakat Bekasi, Gabus Pucung bukan sekadar makanan, melainkan bagian dari warisan budaya yang masih dilestarikan hingga sekarang.
Sayur Asem Bekasi yang Memiliki Cita Rasa Berbeda
Hampir setiap daerah di Jawa Barat memiliki versi Sayur Asem masing-masing. Bekasi pun demikian.
Sayur Asem khas Bekasi memiliki kuah yang lebih bening dengan perpaduan rasa segar, sedikit manis, dan asam yang seimbang. Isinya biasanya terdiri dari:
- Jagung muda
- Labu siam
- Kacang panjang
- Melinjo
- Daun melinjo
- Kacang tanah
Hidangan ini sering dipadukan dengan ikan asin, sambal terasi, dan aneka lauk tradisional sehingga menghasilkan perpaduan rasa yang sederhana tetapi menggugah selera.
Pecak Ikan, Sensasi Pedas yang Menggoda
Kuliner berikutnya adalah Pecak Ikan, salah satu hidangan yang cukup populer di Bekasi.
Pecak menggunakan ikan gurame, nila, mujair, atau bandeng yang digoreng maupun dibakar terlebih dahulu, kemudian disiram sambal pecak berbahan dasar cabai, bawang merah, bawang putih, kemiri, jahe, dan kencur.
Yang membuat Pecak Bekasi istimewa adalah sambalnya yang memiliki rasa pedas segar dengan aroma rempah yang kuat.
Makanan ini sangat cocok dinikmati bersama nasi hangat dan lalapan segar.
Nasi Ulam Bekasi yang Kaya Rempah
Meski identik dengan Betawi, Nasi Ulam juga menjadi bagian dari kekayaan kuliner Bekasi.
Nasi putih disajikan bersama serundeng, bihun goreng, telur dadar iris, semur tahu, emping, dan aneka lauk pelengkap lainnya.
Yang paling khas adalah taburan kelapa sangrai berbumbu yang memberikan aroma harum sekaligus cita rasa gurih.
Nasi Ulam menjadi pilihan menu sarapan maupun makan siang yang mengenyangkan.
Kue Akar Kelapa, Camilan Tradisional yang Renyah
Bekasi juga memiliki beragam jajanan tradisional yang masih bertahan hingga sekarang. Salah satunya adalah Kue Akar Kelapa.
Meski namanya mengandung kata “kelapa”, bentuk kue ini justru menyerupai akar pohon.
Bahan utamanya terdiri dari:
- Tepung ketan
- Tepung beras
- Santan
- Wijen
- Garam
Adonan kemudian dicetak menggunakan alat khusus dan digoreng hingga berwarna keemasan.
Teksturnya renyah dengan rasa gurih yang membuat camilan ini cocok dinikmati bersama teh hangat.
Dodol Betawi yang Masih Mudah Ditemukan
Pengaruh budaya Betawi juga terlihat dari keberadaan Dodol Betawi yang banyak dijual di Bekasi.
Pembuatan dodol masih dilakukan secara tradisional menggunakan santan, gula merah, gula pasir, dan tepung ketan. Proses memasaknya membutuhkan waktu berjam-jam hingga menghasilkan tekstur kenyal dan rasa manis yang khas.
Dodol sering dijadikan oleh-oleh maupun hidangan pada acara adat dan hari raya.
Bir Pletok, Minuman Tradisional Tanpa Alkohol
Meski namanya mengandung kata “bir”, Bir Pletok sama sekali tidak mengandung alkohol.
Minuman tradisional ini dibuat dari berbagai rempah seperti:
- Jahe
- Kayu secang
- Kayu manis
- Serai
- Kapulaga
- Cengkih
Kayu secang memberikan warna merah alami, sedangkan jahe menghadirkan sensasi hangat di tubuh.
Bir Pletok menjadi salah satu minuman tradisional yang banyak diminati karena cita rasanya yang unik.
Olahan Bandeng dari Kawasan Pesisir Bekasi
Wilayah pesisir seperti Muara Gembong memiliki hasil perikanan yang melimpah.
Tidak mengherankan jika berbagai olahan ikan bandeng menjadi bagian dari kuliner khas Bekasi, di antaranya:
- Bandeng bakar
- Bandeng presto
- Bandeng tanpa duri
- Bandeng bumbu kuning
Olahan tersebut memanfaatkan ikan segar sehingga menghasilkan rasa gurih alami.
Selain dinikmati langsung, produk olahan bandeng juga sering dijadikan buah tangan.
Jajanan Tradisional yang Masih Bertahan
Selain makanan utama, Bekasi memiliki beragam jajanan tradisional yang masih mudah dijumpai di pasar maupun acara budaya.
Beberapa di antaranya adalah:
- Kembang Goyang
- Geplak
- Rangi
- Cucur
- Kue Pancong
Meski sederhana, jajanan tersebut menjadi bagian penting dari warisan kuliner masyarakat Bekasi.
Tips Menikmati Wisata Kuliner di Bekasi
Agar pengalaman berburu kuliner semakin menyenangkan, berikut beberapa tips yang dapat Anda terapkan:
- Datang pada pagi atau siang hari untuk mendapatkan pilihan makanan yang lebih lengkap.
- Kunjungi pasar tradisional atau sentra kuliner lokal untuk menemukan cita rasa yang lebih autentik.
- Jangan ragu bertanya kepada warga setempat mengenai rekomendasi tempat makan legendaris.
- Jika ingin membawa oleh-oleh, pilih makanan yang memiliki daya tahan lebih lama seperti dodol atau kue kering tradisional.
- Padukan wisata kuliner dengan mengunjungi destinasi sejarah dan budaya agar pengalaman menjelajahi Bekasi semakin berkesan.
Kuliner sebagai Bagian dari Identitas Bekasi
Kuliner bukan hanya soal rasa, tetapi juga menjadi cerminan sejarah dan budaya suatu daerah. Berbagai makanan khas Bekasi lahir dari kehidupan masyarakat yang dekat dengan pertanian, sungai, dan kawasan pesisir.
Melestarikan kuliner tradisional berarti turut menjaga identitas daerah di tengah pesatnya perkembangan kota. Kehadiran restoran, UMKM, hingga festival kuliner menjadi salah satu upaya penting agar generasi muda tetap mengenal makanan khas daerahnya.
Kesimpulan
Kuliner khas Bekasi yang wajib dicoba menawarkan pengalaman menikmati cita rasa tradisional yang kaya akan sejarah dan budaya. Mulai dari Gabus Pucung yang menjadi ikon daerah, Sayur Asem Bekasi yang menyegarkan, Pecak Ikan yang pedas menggugah selera, hingga aneka jajanan tradisional seperti Kue Akar Kelapa dan Dodol Betawi, semuanya mencerminkan kekayaan warisan kuliner Kota Patriot.
Bagi wisatawan maupun masyarakat lokal, menjelajahi kuliner Bekasi merupakan cara terbaik untuk mengenal karakter daerah ini lebih dekat. Di tengah modernisasi yang terus berkembang, menjaga dan menikmati makanan tradisional menjadi langkah sederhana namun bermakna dalam melestarikan budaya sekaligus mendukung pelaku usaha kuliner lokal.
Baca Juga :
Pesona Wisata Bekasi: Rekomendasi Destinasi Menarik untuk Liburan Keluarga dan Pecinta Alam
- Penulis: Arya Rahman Lathif

Saat ini belum ada komentar